
Menurut Manajer Operasional Omadata, Bimelina Oetomo, di Surabaya, bagi sebuah perusahaan, data merupakan aset yang sangat vital. Biasanya, berbagai upaya dilakukan untuk melindungi data dari kerusakan atau kehilangan yang disebabkan berbagai faktor.
"Faktor yang dapat merusak data yang tersimpan dalam server di antaranya kebakaran, arus listrik yang tiba-tiba mati, suhu yang terlalu lembab, ancaman virus, hingga pencurian data," ujarnya.
Untuk itu, katanya, Omadata menyediakan fasilitas perlindungan data dalam ruangan yang memiliki tujuh lapisan pelindung, listrik dari dua gardu induk, UPS, CCTV, perangkat tahan api, sistem deteksi asap, sampai sistem pemadaman api dengan gas yang tidak merusak piranti IT.
Menurut dia, melihat minimnya kesadaran melindungi data di kota ini, hal tersebut memang sangat disayangkan.
"Padahal potensi pasar jasa perlindungan data di Surabaya masih relatif besar. Apalagi Surabaya merupakan kota kedua terbesar di Indonesia, setelah Jakarta," katanya.
Mengenai bidikan pasar di Surabaya, kata dia, berbagai perusahaan di kota ini sangat tepat untuk menjadi sasaran pelanggan Omadata. Akan tetapi, selama ini kalangan perbankan, perusahaan perdagangan saham, dan manufaktur masih menggunakan jasa perlindungan data dari perusahaan di Jakarta.
"Dengan pre-launching Omadata di Surabaya pada hari ini, kami berharap dapat membantu mereka dalam mengamankan data pentingnya," katanya.
Saat ini, untuk pengadaan infrastruktur dan sambungan server secara remote, Omadata mengeluarkan investasi sebesar US$500 ribu.
"Meski masih dalam prapembukaan, kami sudah menerima permintaan dari 5 sampai 10 perusahaan yang tertarik untuk menggunakan jasa perlindungan data," katanya.
Untuk tahap pertama, Omadata menargetkan menerima 50 hingga 100 perusahaan dengan tarif Rp7 juta per rak per bulan.
"Namun, menyadari bahwa perusahaan ini adalah pionir di bidang tersebut, kami akan terus memaksimalkan sosialisasi di sejumlah daerah. Baik berupa seminar dan pelatihan yang di dalamnya selalu mengundang peminat TI," katanya. (kpl/cax)

